Artificial Intelligence Manfaat atau Ancaman?

Membahas Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan mungkin tidak akan ada habisnya. Karena teknologi ini memang sudah melekat di kehidupan manusia dan cukup cepat perkembangannya. Misalnya smartphone yang merupakan alat komunikasi dengan menerapkan teknologi AI.

Dengan teknologi Artificial Intelligence, smartphone dapat menampung data dari kebiasaan pengguna sehari-hari seperti jalan, duduk, bahkan tidur, lalu mengolahnya menjadi informasi yang dirasa bisa membantu pengguna. Atau dengan adanya fitur canggih seperti google assistant yang dapat membantu pengguna untuk menemukan hal yang dinginkan hanya melalui suara.

Namun hal itu belum seberapa. Yang kerennya, AI sudah masuk ke tingkat yang lebih tinggi melalui terciptanya robot humanoid bernama Sophia. Bahkan robot yang menyerupai manusia tersebut sudah mendapatkan kewarganegaraan di Saudi Arabia. Sophia memang mampu berekspresi, berkomunikasi, hingga bergurau seputar tema tertentu layaknya manusia.

Namun, di antara kecanggihan tersebut, terselip isu yang mengatakan kalau teknologi AI juga bisa menjadi ancaman di kehidupan manusia di masa mendatang.

Tanggapan soal ancaman AI salah satunya disampaikan oleh pendiri firma teknologi antariksa revolusioner SpaceX, Elon Musk. Ia menyatakan imbauan bagi generasi modern terkait kekhawatirannya terhadap kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence. Jika tidak diatur atau dikendalikan segera, kecerdasan buatan akan menjadi “diktator abadi” di Bumi. Jika hal itu terjadi, maka tidak akan ada jalan keluar bagi manusia.

Dikutip dari Financial Express, Musk juga mengatakan bahwa AI adalah ancaman eksistensial terbesar bagi umat manusia generasi mendatang. Ia juga menambahkan bahwa PBB perlu bertindak untuk mencegah perlombaan senjata robot pembunuh yang merupakan produk sampingan dari AI.

“Jika AI sudah memiliki tujuan dan ternyata umat manusia menjadi penghalang, ia akan menghancurkan Anda. Tanpa pikir panjang,” ujar pencipta Tesla itu. Musk telah konsisten menjadi pengkritik AI dan meminta peraturan yang sangat ketat untuk mengekang teknologi semacam itu.

Leave a Comment