Asih, Kisah Awal Hantu Film Danur

Kalau “The Conjuring” universe punya Valak yang asal-usulnya menarik untuk diungkap, Indonesia juga ada Asih yang kisah misterinya patut untuk disimak.

Bagi penggemar Danur Universe (“Danur: I Can See Ghost” dan “Danur 2 Maddah”) tidak asing dengan sosok hantu wanita atau kuntilanak bernama Asih. Tokoh tersebut kemudian dibuatkan menjadi sebuah film yang terpisah atau spin-off dengan judul “Asih” yang cerita berfokus pada asal-usul Asih.

Asih adalah kisah 37 tahun yang lalu, sebelum adanya Danur. Dia merupakan seorang wanita yang bunuh diri karena diusir oleh keluarga dan warga di kampungnya lantaran hamil di luar nikah. Sebelum bunuh diri, dia terlebih dahulu menghabisi nyawa bayinya.

Di waktu yang bersamaan, ada Puspita dan Andi yang sedang berbahagia menanti kehadiran putri pertama mereka. Namun, tempat bunuh diri Asih tidak jauh dari kediaman Puspita dan Andi. Setelah bayi mereka lahir, Asih pun menghantui dan merasa jika bayi tersebut adalah miliknya.

Tidak banyak karakter yang ditampilkan dalam film “Asih”. Namun, semuanya memiliki peran yang besar dalam menghidupkan cerita.
 
Asih masih diperankan oleh Shareefa Danish yang menegaskan eksistensinya sebagai hantu wanita atau kuntilanak serta memiliki pengaruh besar dalam film “Asih” maupun “Danur” dan menjadi sosok yang tak terlupakan.

Lalu Puspita yang dimainkan oleh Citra Kirana. Sosok wanita lemah lembut yang selalu khawatir dengan keselamatan anaknya. Andi atau yang dipanggil Aa, diperankan oleh Darius Sinathrya, seorang pria Sunda yang tidak percaya dengan hal-hal klenik.

Kemudian ada Ibu, yang dimainkan oleh Marini Soerjosoemarno adalah orang yang pertama kali menyadari keberadaan Asih. Namun karena usianya sudah lanjut, dia menderita demensia atau penyakit lupa. Terakhir adalah Abah yang diperankan oleh Alex Abbad, merupakan sosok pahlawan atau penolong dari gangguan yang diberikan Asih.

Berbeda dari seri Danur
Jika dibandingkan dengan “Danur 1” dan “Danur 2”, film ini lebih memberikan ketegangan pada penontonnya. Tidak hanya sekadar jumpscare saja, film ini juga dibantu dengan tata suara yang spontan membuat kaget dan terasa pas dengan adegannya.
 
Secara cerita, “Asih” memiliki konsep yang kuat, bukan cuma adegan hantu dan siapa yang menjadi targetnya. Di sini ada drama yang mampu membangun sisi emosional penonton, sisi yang kuat antara hubungan ibu dan anak.

Film ini juga menyajikan horor klasik ala Eropa dan sedikit Hollywood. Tampilan gambarnya dibuat sephia agar pas dengan kisah masa lampau. Tidak heran jika Awi Suryadi selaku sutradara dan Manoj Punjabi sebagai produser menjagokan film ini tembus box office.

“Dari tiga film horor yang dibuatkan (“Danur 1” , “Danur 2” dan “Asih”), saya paling happy, paling enjoy dengan yang ini. Jadi mudah-mudahan penonton bisa lihat dan bisa tembus box office,” ujar Awi usai pemutaran perdana film “Asih” di Jakarta, Rabu (3/10).

“Asih” dijadwalkan mulai menghantui bioskop Tanah Air pada 11 Oktober mendatang.
copyright © antara 2018