Belajar Hidup Dari Tukang Parkir

Cobalah lihat tukang parkir yang dijumpai oleh Anda di pusat keramaian. Ia walau bergelimang harta tidak pernah merasa sombong dengan kendaraan yang dimilikinya. Bahkan saat kendaraan itu pergi dibawa oleh orang lain walau ditukar dengan selembar uang Rp 2.000 pun tidak membuatnya marah atau bersedih.

Belajar dari kehidupan tukang parkir, bahwa sesungguhnya segala fasilitas yang kita miliki pada hakikatnya adalah titipan dari Tuhan. Kesehatan, harta, jabatan dan keluarga adalah milik Tuhan.

Sudah seharusnya kita syukuri dan membuat kita semua semakin rendah hati, karena kapan saja Tuhan ingin mengambil semuanya kita tidak punya daya untuk menentangnya.

Maka dari itu jalani tugas dan kewajiban yang ada sekarang dengan baik. Anda pun harus mampu bertanggung jawab atas amanah yang diberikan. Begitu pula saat semua yang kita miliki diambil oleh Tuhan. Kita harus bisa berlaku ikhlas. Sebab itu kita harus menghindar dari sikap sombong dan angkuh selama menjalani kehidupan ini.