Berkaca Kepada Air Yang Pahit

Semua manusia di dunia pasti pernah menghadapi masalah kehidupan, ada yang mudah berbagi ada yang tidak kepada orang lain mengenai masalahnya.

Masalah itu bisa diumpamakan sebagai air yang ada di dalam sebuah gelas. Cobalah kita ambil segenggam serbuk pahit dan taburkan ke dalam gelas itu. Jangan lupa diaduk perlahan dan lalu rasakan dengan meminumnya. ‘Pahit banget….!’

Namun kondisi itu berbeda jika segenggam serbuk pahit itu ditaburkan ke sebuah danau. Kemudian kita rasakan setelah mengaduknya. Apa yang terjadi? Air danau itu terasa segar tidak pahit.

Itulah pahit kehidupan serupa segenggam sebuk pahit ini, tidak lebih tidak kurang. Jumlah maupun rasa pahitnya tetap sama.

Ingat! Pahitnya kehidupan yang kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Jadi saat kita merasa gagal dalam hidup hanya ada satu yang kita lakukan, ‘perbesar kapasitas hati untuk menampung setiap kepahitan kehidupan, jangan ubah hati menjadi gelas, buatlah hati kita seperti danau yang besar dan siap menampung semua kepahitan yang hadir dan mengubahnya menjadi sebuah kesegaran dan kedamaian’.
copyright photo © James Wheeler on unsplash.com