Cerita Dwayne Johnson Menyukai Game Rampage

Aktor Dwayne Johnson  mengaku sudah puluhan tahun mencintai gim arkade “Rampage” sebelum akhirnya ia kini “menghuni” dunia fiksi sains penuh monster berbahaya itu dalam film yang diangkat dari gim tersebut.

“Saya memainkan permainan tersebut di Hawaii ketika berusia 13 tahun,” kata aktor yang mengawali karirnya sebagai pegulat profesional dengan nama ring The Rock itu jelang peluncuran “Rampage” di bioskop Amerika Serikat pada Jumat (13/4) mendatang.

“Saya dulu tidak pergi ke sekolah dan pergi ke aula biliar. Tempat itu sangat suram dan kami bermain biliar juga foosball dan kemudian memainkan permainan ‘Rampage’ selama berjam-jam,” tambah Johnson, sebagaimana dilansir Reuters.

“Rampage” pertama kali diluncurkan sebagai gim arkade pada 1986 dan menceritakan kisah ahli primata David Okoye, diperankan oleh Johnson, yang bergabung dengan pasukan gorila albino bernama George dalam upaya menggagalkan serbuan monster.

Permasalahan semakin rumit saat George tumbuh menjadi binatang agresif, setelah ia dijadikan bahan percobaan misterius yang juga dilakukan pada serigala dan buaya, yang keduanya mengancam untuk menghancurkan sebagian besar Amerika Serikat.

Film disutradarai Brad Peyton tersebut juga dibintangi aktris Inggris Naomie Harris, aktris Swedia-Kanada Malin Akerman dan aktor AS Jeffrey Dean Morgan.

“Rampage” adalah proyek besar Johnson, yang juga menjabat sebagai produser eksekutif dan menjadi pemimpin selama tur promosi dengan mengungkapkan dia sering menderita depresi ketika dia masih remaja.

Namun, Johnson mengatakan tidak bisa membiarkan cinta awalnya pada permainan video itu menghalangi perhatiannya untuk memfilmkan inti ceritanya.

“Uang tidak tumbuh di pohon untuk siapa saja, jadi ada juga tanggung jawab di sana, kami harus memastikan bahwa film itu baik,” kata Johnson. “Kamu ingin bersenang-senang, tetapi kamu juga menyadari bahwa tekanan sedang berlangsung terutama dalam genre monster,” ungkapnya

Film tersebut diperkirakan meraup 36,5 juta dolar AS pada akhir pekan pembukaannya di bioskop AS dan Kanada, menurut laman boxoffice.com.

Morgan, 51, mengatakan film itu juga membawanya kembali ke kenangan masa kecilnya.

“Hal semacam itulah yang membuat saya ingin menjadi aktor ketika saya bermain apa pun yang saya perankan di halaman belakang. Mata-mata atau koboi dan orang Indian atau apa pun yang kami mainkan saat kami berusia 5 tahun menciptakan kembali film ‘Godzilla’,” katanya.

copyright © antara 2018