Film pemegang rekor Guinness awali Festival Film Tokyo 2019

Welcome Back, Tora-san”, film ke-50 dari kisah Tora si pengembara dalam seri komedi “Otoko wa Tsurai yo” yang pertama kali tayang pada 1969, menjadi sinema pembuka dalam Festival Film Tokyo 2019, Senin.

“Otoko wa Tsurai yo” (It’s Tough Being a Man) memegang rekor dunia Guinness sebagai seri film paling lama yang dibintangi aktor yang sama.

“Welcome Back, Tora-san” yang mengawali perhelatan TIFF ke-32, merupakan film pertama yang dibuat setelah 1995 dan film terakhir yang menampilkan Kiyoshi Atsumi si pemeran utama sebelum ia tutup usia setahun kemudian.

Dalam kurun 20 tahun sejak penayangan pertama, dua judul film baru “Otoko wa Tsurai yo” diproduksi setiap tahun untuk tayang pada musim panas dan tahun baru.

“Otoko wa Tsurai yo” bercerita tentang pengembara baik hati, Torajiro Kuruma (“Tora-san”) yang tidak pernah beruntung dalam percintaan. Setiap film memiliki plot serupa dengan variasi yang berbeda, dari sisi lokasi hingga tokoh dan aktris utama.

Tora si penjaja keliling, mengembara dari satu kota ke kota lain. Biasanya ia akan bertemu dan jatuh cinta pada perempuan lajang yang dijuluki “Madonna”. Upaya merebut hati sang Madonna tak pernah berhasil. Film selalu diakhiri di mana Tora-san merasa patah hati.

Fokus dalam “Welcome Back, Tora-san” bergeser pada keponakan Tora bernama Mitsuo yang bertemu dengan cinta pertamanya Izumi setelah bertahun-tahun berlalu.

Semenjak istrinya meninggal dunia, Mitsuo (Hidetaka Yoshioka) menjalani kehidupan sebagai orang tua tunggal dari putrinya yang sudah beranjak remaja. Kehidupannya mengalir begitu saja sebagai seorang penulis novel yang baru debut di dunia penerbitan.

Pada peringatan kematian istrinya, kedua orang tua dan mertuanya serta merta memintanya untuk memikirkan kemungkinan mencari pasangan hidup baru, demi dirinya dan juga putrinya.

Pada saat yang bersamaan, Mitsuo tak sengaja berjumpa lagi dengan Izumi, cinta pertamanya saat SMA. Pertemuan dengan Izumi, yang juga sudah berkeluarga dan hidup jauh di Eropa, menimbulkan percik-percik nostalgia.

Mitsuo tak hanya mengingat gelora masa muda, cinta pertama yang penuh kepolosan, kenangan tentang pamannya Torajiro Kuruma alias Tora-san (Kiyoshi Atsumi), juga menari-nari di benaknya.

Cuplikan dari adegan-adegan film “Otoko wa Tsurai yo” membawa kembali Tora-san ke layar lebar. Apa yang pernah ia katakan, lakukan, hingga siapa saja perempuan-perempuan yang pernah singgah di kehidupannya ditampilkan dalam adegan-adegan kilas balik yang terjalin dengan kehidupan Mitsuo saat ini.

Buat Mitsuo, Tora-san adalah sosok penting dalam kehidupannya. Ia bukan sekadar paman, tetapi teman berbagi dan bercerita, sesuatu yang tak sering dilakukan dengan ayahnya sendiri.

Film ini kembali dibintangi oleh tokoh-tokoh lama yang sudah bertahun-tahun berperan di film tersebut, seperti Chieko Baisho, Gin Maeda, Hidetaka Yoshioka dan Kumiko Goto. Kehidupan di Tokyo dulu dan kini digambarkan secara manis di film ke-50 ini.

Sementara itu, sebanyak 170 film dari seluruh dunia ditayangkan di TIFF yang berlangsung selama sembilan hari hingga 5 November 2019.

Indonesia diwakili oleh tiga film layar lebar, yakni “Hiruk-Pikuk Si-Alkisah” (The Science of Fictions) dari sutradara Yosep Anggi Noen, “Folklore – A Mother’s Love” karya Joko Anwar dan film laga “Foxtrot Six” karya Randy Korompis.

copyright © antara 2019