Inspired by Cafe Racer

Ducati Scrambler 800 berkelir merah ini tampil malu-malu modifnya, berbanding terbalik dengan suara knalpot yang ‘blaaaar…’ menarik perhatian orang di jalan. “Saya enggak suka modifikasi terlalu ramai, tetapi cukuplah ditempel beberapa variasi branded dan detail menjadi pembeda,” ujar Chandra selaku pemilik.

Motor Scrambler seharga 300 juta ini sudah menawan sosoknya, tak perlu gincu berlebih sebab terlahir dengan desain timeless khas Ducati, jadi memandangnya tidak membosankan. Serunya pria yang berprofesi sebagai pilot salah satu maskapai penerbangan ini mengatakan motornya bukanlah garage queen, ia sering mengendarai kapanpun ia inginkan tanpa memperdulikan jam atau hari. Keren bor!

Bagi Chandra kenyamanan berkendara masih menjadi prioritas, sebab ia dan komunitasnya suka turing blusukan ke medan non aspal maka untuk menunjang kebutuhkan itu beberapa variasi yang menempel dipertimbangkan faktor yang disebutkan di atas.

Tidak heran jika sektor jok ikut dibenahi oleh Chandra. Menariknya jok orisinil Scrambler dipensiunkan, lalu Chandra membuatkan plat jok baru dari bahan fiber untuk dijadikan basis modifikasi jok motornya. Menggandeng seatmaker Jody dari JDM Project, Jl. Jatiwaringin Raya, Pangkalan Jati, Jakarta Timur ia minta dibuatkan desain jok milik Ducati Scrambler Café Racer memakai bahan MBtech Camaro .

Memakai basis plat fiber, Jody membuatkan bentuk busa jok sesuai desain jok Scrambler Café Racer. Namun karena permintaan Chandra yang ingin single seater maka Jody mengubah bagian buritan menjadi seperti buntut tawon. “Seharusnya ada cover fibernya, tetapi saya enggak suka,” lanjut sang pilot ramah itu.

Setelah urusan figur jok kelar, Jody melapis permukaan busa dengan bahan MBtech Camaro warna Dark Brown (MB 9013) . Kemudian pola garis-garis klasik di bagian permukaan jok pengendara diciptakan lewat teknik jahitan memakai benang berwarna coklat. Dengan figur jok baru itu, Chandra sudah melakukan tes jalan dan hasilnya memuaskan seperti yang diharapkannya, yaitu tetap nyaman.