Kisah Han Solo Mulai Diputar di Bioskop

Jauh sebelum Han Solo (Alden Ehrenreich) mendapatkan pesawat ikonik Millenium Falcon, ketika masih terkungkung di planet Corellia yang membuatnya harus mencuri dan menipu agar bisa bertahan hidup, dia sudah bertekad menjadi seorang pilot unggul.

Bersama cinta pertamanya, Qi’ra (Emilia Clarke), Han berencana kabur dari tempat yang membelenggunya. Namun upaya mereka gagal. Hanya Han yang berhasil keluar dan dia berjanji suatu saat akan kembali untuk menyelamatkan Qi’ra.

Di tengah perjalanan, Han bertemu Chewbacca yang awalnya sama sekali tidak menunjukkan keinginan untuk berteman. Sebagai teman senasib, Han mengajak Chewbacca menuju petualangan baru yang menjanjikan imbalan menggiurkan, menjadi anggota grup kriminal Tobias Beckett (Woody Harrelson).

Tobias diperintahkan oleh Dryden Vos (Paul Bettany) untuk mencuri coaxium, namun ada pihak lain yang mengincar barang berharga tersebut menggagalkan misi Tobias gagal.

Tobias dan Han diberi kesempatan kedua, kali ini ditemani oleh Qi’ra yang muncul di situasi yang tak pernah terbayangkan oleh sang berandalan. Petualangan ini mempertemukan mereka dengan Lando Calrissian, pemilik pesawat Millennium Falcon yang legendaris di saga Star Wars.

Dibandingkan film-film Star Wars sebelumnya, “Solo: A Star Wars Story” terasa tidak terlalu spektakuler, tapi film ini dapat memuaskan rasa ingin tahu penggemar mengenai latar belakang Han Solo sebelum bertemu dengan Princess Leia dan Luke Skywalker.

Film yang disutradarai Ron Howard ini memang mengangkat cerita sebelum “Star Wars: Episode IV – A New Hope” yang tayang pada 1977.

Dibandingkan versi Harrison Ford yang semaunya, kadang menyebalkan dan konyol, cuek, tapi tetap menarik, Han Solo versi Alden Ehrenreich justru terlihat lebih manis, mungkin karena yang digambarkan adalah Han versi muda yang belum banyak merasakan pahit manis kehidupan.

Alden adalah aktor yang pertama kali ditemukan oleh pembuat “Solo”. Alden belum banyak dikenal, tapi dia sudah mencuri perhatian lewat aktingnya dalam “Hail, Caesar!”, “Blue Jasmine” dan “Rules Don’t Apply”. Menurut produser Kathleen Kennedy, dia dipilih karena bisa cepat membangkitkan emosi dan membuat karakter Han Solo terasa istimewa tanpa meniru akting Harrison.

Kisah awal persahabatan antara Han Solo dan Chewbacca juga diungkapkan di sini, membuat penonton bisa memahami mengapa itu bisa jadi sahabat setia dalam menjalani petualangan seru nan berbahaya.

“Solo: A Star Wars Story” tayang di Indonesia mulai 23 Mei 2018.

copyright © antara 2018