Memberikan Edukasi ke Konsumen

Menjadi generasi kedua dalam bisnis pelapisan jok motor yang digelutinya, membuat Sahril dari Cikaret Jok Motor kini tengah menyiapkan penerus. “Kebetulan sebelumnya orang tua juga di bidang aksesoris dan pelapisan jok motor di Palembang. Terus saya coba mengadu nasib ke wilayah Bogor, namun awalnya di bidang stiker motor,” buka pria yang kerap disapa Aril ini.

Sampai akhirnya krisis moneter di tahun ‘97, Aril banting stir untuk tidak fokus di satu jenis pelayanan saja, tapi juga menerima pelapisan jok motor. Meski dirasa sepi dengan hanya mengerjakan satu atau dua jok setiap minggu, tapi karena memiliki lokasi yang strategis terletak di jalan utama  Cikaret, Cibinong, Bogor membuat nama Cikaret Jok perlahan semakin dikenal.

Booming pelapisan jok motor Aril rasakan setelah dirinya memasarkan bahan MBtech yang ia lakukan di tahun 2013. Dan kini setiap harinya Aril bersama dua orang pegawai dan dibantu anak pertamanya – Derry – yang juga mulai terjun di bisnis ini, dapat mengerjakan 5 – 10 jok saat sedang sepi, sedangkan jika sedang ramai bisa hingga 30 jok motor disela pengerjaan jok model custom yang juga ia kerjakan.

Aril pun menyadari jika setiap konsumen yang datang ke workshopnya tidak semua yang mengetahui secara benar produk MBtech. Sehingga ia harus secara aktif memberikan edukasi ke konsumen. Terlebih melalui media sosial, konsumen Cikaret Jok Motor datang dari berbagai wilayah di Indonesia. “Jadi saya kasih tahu mulai dari tekstur, logo produk di belakang, juga kelebihan dan perbedaan dengan produk sejenis,” tutur Aril lagi.

Prestasi juga terus diraih Cikaret Jok yang secara rutin berpartisipasi dan terus mengikuti kontes jok online RWSA sejak tahun 2016. Namanya semakin diperhitungkan setelah masuk nominasi 10 besar RWSA pada tahun 2017 dan momennya adalah ketika menjadi juara pertama pada RWSA 2019 lalu melalui karya jok yang diberi nama Bionic.

“Kebetulan konsep, ide dan pengerjaannya saya lakukan bersama Derry,” tunjuk Aril ke sang anak. Dan diakui Aril,  dirinya kini tengah menyiapkan sang anak untuk menjadi penerus usahanya kelak. “Tidak harus dia yang mengerjakan nanti, tapi paling tidak saat ini dia harus paham proses pengerjaan dan pemasangan sebuah jok,” imbuh Aril. “Jadi nanti dia tinggal mengelola, sedangkan pengerjaan bisa diserahkan ke tukang,” tutupnya.