Mengubah Kesulitan Menjadi Kebahagiaan

Pada suatu waktu ada seorang ayah muda yang mengajak anak balitanya untuk menyaksikan pawai yang akan digelar jelang petang hari. Setelah banyak orang berkerumum dan pawai akan dimulai sang ayah memberitahukan kepada sang anak. Tak lama terdengarlah iringan musik drumband meramaikan suasana diikuti oleh pawai kostum dan barisan badut kemudian dilanjutkan dengan pawai sepeda dan kereta hias.

Sang anak yang tadinya berada di deretan depan pun terdesak berada di barisan belakang dan mulai menangis. Melihat anaknya menangis, sang ayah pun memintanya untuk diam. Tetapi bukannya diam tangis sang anak malah semakin kencang. Dengan sedikit jengkel akhirnya sang ayah pun jongkok untuk menanyakan kenapa anaknya menangis.

Ketika jongkok itulah, ia menyadari jika yang dilihat anaknya adalah hanya kerumunan orang dengan udara yang pengap dan panas. Tentu hal itu membuat sang anak tidak nyaman dan tidak bisa melihat parade dengan jelas. Segera ia menggendong dan menaruh di atas bahu. Pandangan yang bebas dan udara yang segar, perlahan membuat sang anak tersenyum dan kembali tersenyum ceria.

Begitu pula dalam kehidupan ini, kita harus bisa melihat sebuah masalah dari sudut pandang yang berbeda. Dengan begitu kita bisa menilai dengan bijak dan memutuskan yang terbaik. Jika kita memandang dengan picik, maka semua yang kita dapat akan tidak memuaskan dan selalu merasa kurang. Ubah kesulitan menjadi kebahagiaan, dengan begitu kita bisa menikmati kehidupan maksimal dan penuh arti.