Misi Chang’e-5 Segera Mendarat di Bumi

Cina berhasil meluncurkan pesawat ruang angkasa Chang’e-5 miliknya ke bulan pada akhir November lalu. Nama tersebut diambil dari nama dewi bulan Cina dalam sejarah kuno. Pesawat tersebut memiliki misi untuk mengumpulkan sampel batu yang ada di bulan dan membawanya ke Bumi untuk dipelajari.

Pesawat ruang angkasa Chang’e-5 berhasil diluncurkan dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di pulau Hainan, Cina Selatan. Sebelumnya misi Chang’e-4 berhasil mendarat di sisi terjauh bulan pada 2019. Nantinya keberhasilan misi Chang’e-5 akan menjadikan Cina sebagai negara ketiga di dunia yang berhasil mengambil sampel batu dari bulan. Sebelumnya Amerika Serikat dan bekas negara Uni Soviet penah melakukan hal sama.

Walau terkesan sederhana, tapi diperlukan ketepatan waktu agar semua proses untuk membawa kembali bebatuan ke Bumi berjalan dengan baik. Dimulai dari bantuan roket Long March 5 untuk menerbangkan pesawat luar angkasa Chang’e-5 berbobot 8.200 kg dan berisikan dua wahana. Wahana pertama akan digunakan untuk mendarat dan mengebor permukaan bulan. Sedangkan wahana kedua untuk membawa dan memindahkan bebatuan ke kapsul.

Saat pengeboran, wahana pertama akan mengambil bebatuan sebanyak 2 kg di wilayah Oceanus Procellarum. Setelah itu bebatuan tersebut akan dipindahkan ke wahana kedua dan dilepas landaskan untuk menyamakan orbit dengan kapsul. Jika sudah berada di dalam orbit yang ditentukan wahana kedua akan memindahkan muatan ke dalam kapsul untuk dibawa pulang ke Bumi.

Kini misi Change’e-5 dikabarkan telah memasuki tahap akhir dengan membawa masuk bebatuan dari bulan tersebut ke atmosfir Bumi. Jika tidak ada kendala, kapsul diperkirakan akan mendarat pada 16 – 17 Desember di wilayah Mongolia. Selanjutnya ilmuwan Cina akan mempelajari bebatuan yang diperkirakan telah berusia 1,2 miliar tahun tersebut.

Pada misi Apollo (Amerika Serikat) di tahun 60-an dan Luna (Uni Soviet) pada tahun 70-an hasil penelitian menyebutkan batu yang diambil berusia lebih dari 3 miliar tahun. Tentu akan menjadi keberhasilan yang luar biasa bagi Cina jika berhasil membawa bebatuan tersebut ke Bumi. Terlebih semua proses mulai dari peluncuran, pendaratan, pengeboran, pengambilan sampel, memindahkan batu dan kembali mendarat ke Bumi terdokumentasikan dengan baik dan bisa disaksikan secara langsung oleh banyak orang.