Ningsih Si Café Racer Scorpio 750cc

Berangkat dari ide gila bercampur ilmu teknik mesin plus obrolan malam di warung kopi, Aan Nugros berhasil membangun sebuah prototipe motor bermesin 3 silinder, T-Boxer berkapasitas 750cc diatas basis mesin Yamaha Scorpio yang aslinya satu silinder, 225cc. Wow!

Hebatnya, mesin itu bisa berfungsi normal dan bisa dijalankan layaknya motor buatan pabrik. Aan dengan bendera Devil Toys Garage ini mengerjakan secara handmade dalam hitungan bulan saja, keren kan! “Untuk komponen internal mesin, ada yang diambil dari copotan motor lain dan custom di bengkel bubut,” pungkasnya.

Lalu untuk menempatkan mesin T-Boxer di sasis asli Scorpio tidak memungkinkan, maka Aan dan timnya merancang ulang sasis dengan bentuk yang ideal sesuai fisik mesin baru. Sudah kepalang tanggung, Aan memutuskan untuk menjadikan motor sport turing ini menjadi sebuah Café Racer berspek kontes.

Desain anyar dari motor café racer yang dijuluki Ningsih oleh Aan terbilang minimalis tanpa aksesoris mewah, namun builder asli Denpasar ini lumayan mengadopsi parts copotan moge sport seperti Yamaha R6 dan Suzuki Hayabusa ke dalam tubuh Ningsih. Alhasiil kini Ningsih makin berotot dan ukurannya bisa dibilang naik kelas ke golongan moge, luar biasa bli!

Nah agar perjalanan bersama Ningsih makin berkesan, Aan berkolaborasi bersama Gugik dari DeMaster, Denpasar Bali untuk memodifikasi sektor joknya. Oleh Gugik dibuatkan model jok single seater. Desain sporty berdasarkan order Aan dipadu motif sisik kulit naga. “Sengaja motif ini karena naga itu penuh misteri dan punya kekuatan seperti juga motor mas Aan,” jelas seatmaker ramah itu.

Sedangkan bahan yang digunakan pada jok Ningsih adalah MBtech Premium – Carrera berwarna Black (MBPC 1001) . Walau hitam terlihat dominan di jok, Gugik berhasil membuat tampilan motor lebih serasi berkat hadirnya aksen lis warna Red (MBPC 1010) yang senada warna bodi motor.

Terakhir Aan telah membuktikan kenyamanan jok custom MBtech dengan riding solo dari Denpasar menuju Tampak Siring bersama Ningsih tanpa ada kendala. “Mungkin habis ini mau saya sempurnakan lagi mesinnya, supaya bisa maksimal karyanya,” tutup Aan Nugros.