Perang Jilid 2 Jaeger vs Kaiju di Pacific Rim Uprising

Sepuluh tahun setelah perang, Jake Pentecost –diperankan oleh aktor John Boyega- menolak hidup di bawah bayang-bayang sang ayah Stecker Pentecost, yang dielu-elukan sebagai pahlawan.

“Saya bukan ayah saya!” begitu ucap Pantecost berulang-ulang, menegaskan siapa dirinya. Stecker Pantecost diperankan actor Idris Elba di Pacific Rims (2013).

Sambil menjadi pedagang gelap komponen Jaeger, Pentecost tidak punya pilihan saat Pan-Pacific Defence Corps menghukumnya kembali masuk kesatuan, gara-gara ulah pencuri cilik yang terobsesi dengan Jaeger, Amara Namani.

Pentecost, suka tidak suka, harus kembali menjadi pilot Jaeger bersama mantan ko-pilot yang tidak pernah akur dengannya, Nate Lambert.

Bersama Lambert, Pentecost mengotaki Jaeger Gipsy Avenger menuju Jepang, demi meyelamatkan dunia dari monster kaiju.

Aktor John Boyega dikenal luas sejak ia memerankan karakter Finn di “Star Wars: The Force Awakens”. Meski sama-sama film fiksi ilmiah, Boyega tampil  benar-benar berbeda sebagai Jake Pentecost.

Ia tampak cukup berusaha menghidupkan karakter Jake Pentecost, yang gemar berpesta dan mencuri komponen-komponen Jaeger rongsokan untuk dijual ke penawar tertinggi.

Berbicara tentang karakternya, dalam keterangan pers yang diterima ANTARA News, Boyega berpendapat Jake adalah sosok yang kompleks, berusaha keluar dari nama besar keluarganya, terutama sang ayah.

“Dia ingin jadi pilot Jaeger, lalu ikut pelatihan di PPDC Academy, tapi dikeluarkan. Lalu, setelah bertengkar dengan Stacker, dia jadi pemberontak,” kata Boyega.

Boyega berusaha menghadirkan beberapa sifat Stacker dalam diri Jake, namun, tetap menghadirkan sisi yang membuatnya tidak akur dengan sang ayah.

“Sosok itu yang berusaha saya buat, melihat bagaimana saya dulu waktu umur 16-17 tahun, anak sombong dan sedikit berantakan,” kata Boyega.

Kritik

Setelah mendapat kritik bertubi-tubi mengenai ras dan gender, sudut pandang Hollywood dalam film pun berubah.

DeKnight berusaha mewakili berbagai keragaman dunia melalui karakter-karakter di Pacific Rim 2 ini, contoh paling menonjol dengan kehadiran bos perusahaan teknologi Shao Corporation, perempuan bernama Liwen Shao (diperankan oleh Jing Tian).

Dalam film ini, China digambarkan sebagai salah satu pemain besar industri teknologi robotik, yang mampu membuat drone Jaeger untuk mengawasi keamanan sehingga tidak membutuhkan banyak tenaga manusia.

Sebagai bos besar, Liwen Shao digambarkan sebagai sosok yang dingin, tegas dan memiliki kuasa penuh dalam proyek drone ini.

Selain itu, juga ada wajah-wajah “anak muda” dari berbagai negara yang tampil sebagai calon pilot Jaeger, seperti Viktoria (dimainkan oleh Ivanna Sakhno), Suresh (Karan Brar), dan Ryoichi (Mackenyu).

Meneruskan film yang disutradarai Guillermo del Toro, “Pacific Rim Uprising” di tangan Steven S. DeKnight menyuguhkan jalinan cerita antara manusia, robot Jaeger dan monster yang dikendalikan alien, Kaiju. Walau tentu saja ada “rasa” yang berbeda dibanding film pertama.

Meski plot dari sekuel Pacific Rim ini dinilai biasa saja, penonton akan disuguhi ketegangan demi ketegangan saat robot-robot Jaeger yang dipiloti Jake dan Nate, juga para kadet yang minim pengalaman, bertempur habis-habisn dengan para Kaiju.

Hanya saja adegan pertarungan pemungkas yang diekspektasikan spektakuler ternyata tidak cukup membuat para penonton puas. Namun, pertarungan antara Jaeger dan Kaiju tetap seru dan menyenangkan untuk disaksikan, apalagi bagi para penggemar film-film robot.

copyright © antara 2018