Persaingan Misi Pendaratan ke Mars

Obsesi manusia untuk menjejakkan kaki dan membangun kehidupan di planet Mars sudah sering kita dengar. Kini harapan tersebut kian mendekati kenyataan. Seiring keberhasilan kecil yang dilakukan badan antariksa sejumlah negara berhasil mendaratkan robot penjelajahnya di planet merah tersebut.

Terakhir NASA mengumumkan keberhasilan mendaratkan robot penjelajah Perseverance ke kawah Jezero – bahasa Slavia berarti danau – pada 19 Februari lalu. Nantinya robot tersebut ditugaskan mengebor bebatuan planet Mars untuk mengetahui kehidupan di Mars pada masa lalu.

Tidak hanya Amerika Serikat, ada dua misi lain dengan tujuan sama mendarat di planet terdekat dengan Bumi tersebut. Yakni China dengan pesawat ruang angkasa bernama Tianwen-1 yang telah berhasil memasuki orbit Mars pada 10 Februari lalu. Menurut China’s National Space Administration (CNSA), Tianwen-1 akan mendarat pada Mei atau Juni mendatang. Pesawat yang diluncurkan pada 23 Juli 2020 lalu dirancang untuk mengitari orbit, melakukan pendaratan dan misi penjelajahan.

Sebelumnya misi ke Mars juga dilakoni oleh Uni Emirat Arab (UEA) yang telah memasuki orbit pada 9 Februari lalu dengan wahana bernama Hope. Serupa dengan Tianwen-1, Hope diluncurkan tujuh bulan lalu menggunakan roket H-IIA Jepang. Robot penjelajah seukuran mobil ini nantinya akan mengumpulkan data kondisi atmosfer dan cuaca yang ada di Mars. Termasuk memeriksa bentang alam, melakukan survei permukaan dan kelayakan tempat pendaratan yang layak.

Keberhasilan ketiga misi di atas menambah deretan negara yang berhasil mengirimkan pesawat ruang angkasa ke orbit Mars, yakni Uni Soviet, Amerika Serikat, Badan Antariksa Eropa, India, Uni Emirat Arab (UEA) dan China. Melalui pengumpulan data-data penting tersebut, diharapkan pencapaian kecil ini semakin mendekati impian untuk mendaratkan manusia ke Mars, dalam 10, 20, atau 30 tahun kemudian.

Semoga..!

Photos : Internet

Leave a Comment