Pertempuran Pamungkas “Avengers: Infinity War”

Rasa penasaran penggemar Marvel tentang film “Avengers: Infinity War” akhirnya terbayarkan.

Para aktor dan aktris papan yang membintangi film-film lepasan Marvel Cinematic Universe berkumpul lagi.

Iron Man, Black Panther, Thor, Scarlet Witch, Black Widow, Captain America, Spiderman, Doctor Strange, Hulk sampai Guardians of the Galaxy ada di “Avengers: Infinity War”.

Memang tidak semua muncul, tapi simpan rasa kecewa itu karena karakter favorit Anda yang tidak kelihatan batang hidungnya di “Infinity War” bisa muncul di film berikutnya.

Di dalam “Infinity War”, mereka yang sempat tercerai berai mulai bersatu. Mereka yang tak pernah berselisih jalan akhirnya bertemu dan bekerjasama dengan satu tujuan: menghentikan aksi Thanos.

Makhluk besar ungu itu punya satu tujuan mulia versinya sendiri, menjaga kesejahteraan semesta dengan cara menyesuaikan populasi agar seimbang dengan sumber daya alam yang ada. Singkat kata, Thanos berniat melenyapkan setengah populasi semesta secara acak.

Daripada repot-repot menghancurkan satu demi satu, Thanos mengincar enam Batu Abadi yang menyimpan kekuatan dahsyat.

Space Stone yang berwarna biru bisa membuat pemiliknya menciptakan portal untuk berpindah dari satu dunia ke dunia lain. Space Stone tersembunyi di dalam kotak biru bernama Tesseract yang dibawa oleh Thor ke kampung halamannya, Asgard, agar tetap aman.

Mind Stone yang berwarna kuning memungkinkan pemiliknya mengontrol pikiran orang lain. Batu Abadi yang satu ini disematkan di kening Vision.

Reality Stone  alias Aetheryang bisa memanipulasi kenyataan  diberikan kepada Sang Kolektor  oleh orang Asgard karena mereka tidak mau menyimpannya bersama Space Stone.

Power Stone memberi kekuatan besar pada pemiliknya, kekuatan yang bisa menghancurkan seisi planet.

Time Stone yang berwarna hijau memungkinkan pemiliknya memanipulasi waktu. Mengulang, mempercepat sampai menghentikannya untuk sementara. Batu ini dijaga oleh Doctor Strange.

Yang terakhir adalah Soul Stone, punya kekuatan mengontrol jiwa orang lain.

Menggunakan sarung tangan khusus, Thanos perlahan mencari satu demi satu Batu Abadi agar bisa mewujudkan dunia ideal versinya semudah menjentikkan jari.

Seperti yang pernah disebut oleh aktris Karen Gillan (pemeran Nebul) di konferensi pers digital dengan media Indonesia beberapa waktu lalu, tidak ada karakter yang aman di film ini.

Thanos bukanlah musuh yang mudah ditaklukkan oleh para pahlawan super di film ini.

Sutradara Joe dan Anthony Russo menjaga betul selubung rahasia agar film ini bisa benar-benar dinikmati oleh para pencinta Marvel.

Sebagian besar pemeran hanya mendapatkan skenario yang berisi bagian mereka, kalau pun ada yang mendapat skenario awal sampai akhir, isinya dipalsukan agar tidak ada cerita yang bocor.

Ketimbang mencari tahu spoiler gara-gara tak sabar menahan rasa penasaran, ada baiknya menonton ulang 18 film Marvel selama sepuluh tahun terakhir supaya bisa beradaptasi dengan rentetan karakter dan cerita yang silih berganti.

Dimulai dari “Iron Man” satu dekade lalu sampai “Black Panther” yang baru ditayangkan, film-film Marvel sebelumnya bagaikan potongan puzzle yang berserakan.

Potongan puzzle itu disatukan dalam “Infinity War”, membuat penonton bisa melihat seperti apa gambaran besarnya.

Penonton memang diajak menaiki roller coaster, menikmati kejutan di sana sini, ketegangan yang disuguhi sejak awal, tapi tetap diwarnai dialog penuh humor khas Marvel.

copyright © antara 2018