Pondasi Penting Kehidupan

Suatu hari di sebuah sekolah datanglah pak guru membawa beberapa benda dan lalu diletakkan di atas meja di kelasnya.

Di atas meja itu terdapat sebuah toples kosong, batu, kerikil, dan pasir. Murid-murid itu memandang benda tersebut dengan penasaran. ‘Apa yang akan terjadi,’ ujar salah satu murid.

Seketika pak guru mulai meletakkan batu kecil ke dalam toples satu per satu. Para siswa pun bingung, namun dengan santai ia diam membisu. Tiba-tiba saat batu mulai mendekati leher toples, ia bersuara dan bertanya ke seluruh kelas, ‘apakah sudah penuh?’ Jawab para murid serempak, tidak pak guru.

Guru itu kemudian perlahan – lahan kembali mengisi toples dengan kerikil, berkat dimensi yang kecil kerikil itu mudah saja menerobos celah bebatuan. Pak guru juga menggoncangkan toples agar kerikil bisa memadati ruang. Masih seperti di atas, Ia mengulangi pertanyaan yang sama. Namun mereka menjawab berbeda, kali ini jawabannya ‘sudah penuh pak!’

Perlahan para siswa mulai menangkap maksud dari guru mereka. Lantas para murid pun kembali fokus ke depan karena guru dihadapannya kembali menuangkan pasir ke dalam toples dan berhasil memenuhi semua celah hingga penuh mendekati mulut toples.

Pamungkasnya guru itu menjelaskan toples yang digenggamnya adalah analogi untuk kehidupan. Ia menyamakan batu dengan hal yang paling penting dalam hidup, yaitu : kesehatan, pasangan anda, anak-anak anda, dan semua hal yang membuat hidup menjadi lengkap.

Kerikil dianalogikan sebagai hal-hal yang membuat hidup anda nyaman seperti pekerjaan dan materi yang dimiliki. Akhirnya, ia menjelaskan pasir adalah hal-hal kecil yang tidak terlalu penting di dalam hidup anda.

Guru itu menjelaskan, menempatkan pasir terlebih dahulu di toples akan menyebabkan tidak ada ruang untuk batu atau kerikil. Demikian pula, mengacaukan hidup dengan hal-hal kecil akan menyebabkan Anda tidak memiliki ruang untuk hal-hal besar serta berharga.

Maka perhatikan segala sesuatu yang penting demi kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan. Luangkan waktu untuk bersama dengan anak-anak dan pasangan anda.

Selesaikan pekerjaan anda ketika anda berada di kantor, jangan saat anda sedang berkumpul dengan keluarga.
Dendam terhadap seseorang tidak ada manfaatnya. Mulai sekarang prioritaskan yang perlu dilakukan dan bedakan antara batu, kerikil, dan pasir.