Shell Hadirkan Pelumas Khusus Mobil LCGC

Shell Lubricants resmi meluncurkan produk pelumas mesin kendaraan roda empat, Shell Helix Eco, yang dirancang khusus untuk mesin mobil modern di bawah 1.200cc atau LCGC (Low Cost Green Car).

Director of Lubricants PT Shell Indonesia Dian Andyasuri mengatakan, melalui Shell Helix Eco 0W-20 (Full Synthetic) dan Shell Helix Eco 5W-30 (Synthetic), pihaknya berkomitmen menghadirkan produk pelumas berkualitas yang sesuai dengan perkembangan teknologi mesin kendaraan saat ini.

“Dan hari ini kami dengan bangga menghadirkan pelumas khusus untuk mobil Low Cost Green Car (LCGC) khusus untuk pasar Indonesia yaitu Shell Helix Eco,” kata Dian Andyasuri dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

Edward Satrio selaku VP Consumer Brand Helix & Advance PT Shell Indonesia mengatakan bahwa populasi mobil LCGC di Indonesia cukup besar dan terus meningkat.

“Irit bahan bakar, lebih ramah lingkungan dan bentuk body yang lebih fleksibel menjadikan mobil LCGC sebagai pilihan masyarakat Indonesia khususnya bagi keluarga muda, para pekerja baru ataupun mereka yang beralih dari kendaraan roda dua ke roda empat,” kata dia.

Kedua varian Shell Helix Eco menggunakan technologi ACT (Active Cleansing Technology) yang dapat membersihkan endapan kotoran di dalam mesin, sehingga mesin tetap bersih dan tahan lebih lama.

Shell Helix Eco telah diformulasikan khusus untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar yang telah memenuhi standar tertinggi dari International Lubricant Standardization and Approval Committee (ILSAC) GF-5.

Untuk varian Shell Helix Eco 0W-20 full synthetic telah dilengkapi dengan formulasi rendah penguapan, yang membuat level pelumas lebih terjaga dan mengurangi konsumsi pelumas berlebih. Produk pelumas Shell Helix Eco tersedia dalam kemasan 3,5 liter yang “pas” dengan kebutuhan mobil modern dibawah 1.200 cc.

“Kami berharap dua varian Shell Helix Eco yang kami hadirkan resmi pada hari ini dapat memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia akan produk pelumas berkualitas khusus untuk mobil LCGC,” ujar Dian.
copyright © antara 2018