Station Wagon Kembali Beken di Indonesia

Berbicara varian sedan seperti station wagon atau estate di Indonesia itu cukup menarik dan punya keunikan tersendiri. Sedari dulu hingga kini kehadiran station wagon terkesan malu-malu, berbeda dengan saudara kandungnya yang beredar dalam varian sedan 4 pintu.

Walau Agen Pemegang Merek (APM) di tanah air terkesan menyembunyikan dari versi sedan yang dipasarkan mereka, namun masih ada secuil ‘kue’ yang bisa ditawarkan kepada penggemar station wagon di Indonesia.

Sebagai contohnya, BMW Indonesia selain memasarkan BMW Seri 3 sedan, juga menyediakan seri 3 Touring. Lalu Mercedes-Benz pun melakukan hal yang sama di seri C-Class, bahkan pemain asal Jepang, Mazda juga melihat peluang tersebut, kini Mazda6 punya versi Estate alias station wagon.

Luar biasanya versi terbaru dari masing-masing merek di atas tersebut tidak dipasarkan dalam jumlah banyak, wajar jika populasinya tergolong jarang dan menjadi kebanggaan bagi pemiliknya.

Nah di versi lawasnya, fenomena station wagon ini malah bikin jantung berdetak kencang begitu mengetahui harga jual bekasnya. Dipastikan Anda harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk menebus sebuah station wagon daripada versi sedan 4 pintunya.

Sebagai contoh, Mercedes Benz C230 station wagon tahun 1997 sudah seharga Rp 300 jutaan, bandingkan dengan versi sedan di tahun yang sama, Anda cukup menebusnya seharga Rp 50-140 jutaan.

Tak hanya Mercedes, model station wagon seperti BMW, Volvo, Jaguar, Audi, Peugeot, Toyota, Nissan hingga Timor pun dipastikan harga bekasnya melampaui harga versi sedan.

Kesimpulannya, semakin jarang model station wagon yang diincar, dipastikan banderol harganya ikut terdongkrak. Selain itu gengsi dari memiliki sebuah station wagon ‘rare’ itu yang sulit diperoleh dari versi sedan 4 pintunya. Setuju?