Tiga Seri Legendaris Casio G-Shock

Bagi para penyuka jam tangan yang tangguh dan tampilan sporty umumnya sudah tak asing lagi dengan jam tangan Casio G-shock. Jam tangan yang dikenal tahan banting ini lahir dari perjalanan panjang mimpi salah satu insinyur Casio bernama Kikuo Ibe.

Mimpi Kikuo Ibe tersebut berawal dari keresahan dirinya karena jam tangan pemberian ayahnya jatuh dan hancur. Dari kejadian tersebut, ia berpikir dan memulai perjalanannya menciptakan formula jam tangan yang tahan banting.

G-Shock DW-5000C Origin (1983)

Dalam mengembangkan desain dan meningkatkan kualitas jam tangan G-Shock, Kikuo Ibe dan timnya memerlukan waktu sekitar 2 tahun. Dengan jumlah 200 jam prototype yang dibuat khusus untuk pengujian daya tahan.

Setelah proses uji coba yang panjang dan sulit, akhirnya pada tahun 1983 G-Shock memperkenalkan seri pertamanya DW-5000C. Selain legendaris, model DW-5000C digemari karena bergaya klasik tapi tak lekang oleh waktu.

G-Shock DW-5600C (1987)

DW-5600C merupakan model paling ikonik setelah pengembangan model pertamanya. Desain simpel, bentuk kotak dengan dimensi yang tidak besar menjadi ciri khas salah satu koleksi terfavorit G-Shock ini. Dari model DW-5600, G-Shock terus memunculkan berbagai kombinasi warna dan varian kolaborasi atau limited edition hingga saat ini.

Model DW-5600C juga tercatat menjadi seri G-Shock paling lama dijual, dari tahun 1987-1996. Uniknya, popularitas G-Shock di tahun tersebut melonjak berkat iklan G-Shock model DW 5200 yang dipukul dengan tongkat pemain hockey pada tahun 1984.

G-Shock AW-500 (1989)

Casio terus konsisten berinovasi pada produknya. Pada tahun 1989, G-Shock merilis model AW-500 yang merupakan jam tangan analog pertama yang tahan banting.

Hingga kini, Casio G-Shock sudah banyak mengeluarkan seri-seri lainnya dan bahkan dari masing-masing seri Casio G-Shock memiliki penggemarnya sendiri.

Sumber: machwatch