Vuzix Kacamata Pintar Berteknologi AR

Sebuah perusahaan bernama Vuzix berencana memperkenalkan kacamata pintar dengan teknologi realitas tertambah (Augmented Reality/AR) yang akan menyematkan asisten digital milik Amazon, Alexa.

Perangkat tersebut rencananya akan dipamerkan dalam gelaran teknologi Consumer Electronics Show (CES) yang akan digelar pekan ini di Las Vegas.

Sepanjang tahun lalu, Alexa telah ditambahkan ke perangkat non-Amazon termasuk HTC U11, Huawei Mate 9 dan Moto Mod untuk seri Motorola Moto Z. Beberapa hari yang lalu, Amazon juga mengatakan akan segera merilis Alexa Mobile Accessory Kit yang akan membantu pengembang menambahkan asisten pribadi virtual itu untuk smartwatch dan perangkat lainnya.

Kacamata pintar milik Vuzix akan memungkinkan pengguna untuk mengajukan pertanyaan, seperti harga saham, skor olahraga atau data cuaca, kepada Alexa dan melihat jawabannya pada lensa kacamata.

Dengan menempatkan Alexa sebanyak mungkin di perangkat pihak ketiga akan membantu meningkatkan pendapatan Amazon karena asisten digital tersebut dapat mengatur agar pembelian barang dilakukan dari Amazon.

Kacamata pintar milik Vuzix tersebut akan tersedia pada kuartal kedua dengan harga 1.000 dolar AS atau sekitar Rp13,4 juta. CEO Vuzix Paul Travers mengatakan bahwa harga akan dikurangi menjadi 500 dolar AS (Rp6,7 juta) pada 2019.

Untuk memanfaatkan kemampuan Alexa pada kacamata pintar berteknologi AR tersebut, pengguna perlu menjadi pelanggan Amazon.

Amazon mengatakan “sangat antusias dengan potensi kacamata dan kemampuan untuk membawa Alexa ke pelanggan dengan cara baru,” dilansir dari Phone Arena.

Sementara itu, kacamata pintar berteknologi AR milik Apple diperkirakan akan mulai dipasarkan pada 2020. Mantan analis Piper Jaffray Gene Munster mengatakan bahwa perangkat tersebut akan melebihi kepopuleran iPhone.

Google telah memasarkan kacamata AR dengan hadirnya Google Glass pada 2012. Namun, harga perangkat yang terlampau tinggi dan struktur distribusi yang sangat rumit mengganjal produk baru yang disebut menjanjikan itu.

Sebagian besar perusahaan yang ingin memproduksi kacamata AR generasi kedua ini telah belajar dari kegagalan Google yang seharusnya meningkatkan peluang mereka untuk menghasilkan produk yang sukses.

copyright © antara 2017