Wisata Ekstrim Setelah Pandemi

Pandemi corona yang belum mereda memang sangat mengkhawatirkan. Aktivitas masih terbatas dan lokasi wisata atau hiburan pun masih banyak yang dibatasi.  Mungkin rasa bosan sudah menghinggapi, sehingga berpikiran jika pandemi berakhir akan melakukan perjalanan ke tempat yang menyenangkan.

Wisata alam Indonesia memang menyimpan segudang keindahan, bahkan memiliki daya tarik untuk mendatangkan wisatawan internasional. Selain menyuguhkan pemandangan yang indah, Indonesia memiliki beberapa objek wisata yang dapat memicu adrenalin bagi pecinta petualangan.

Dari berbagai tempat wisata yang ada di Indonesia, mungkin beberapa tempat wisata alam ekstrim ini bisa jadi pilihan untuk melepas adrenalin saat pandemi berakhir.

   Kereta Gantung di Pantai Timang Yogyakarta

Lokasi wisata ini terletak di desa Purwodadi, kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Akses untuk menuju pantai terbilang sulit, namun semua terbayar dengan pemandangan laut yang indah yang menghampar.

Di pantai ini wisatawan bisa menjajal nyali dengan menaiki kereta gantung, yang biasa digunakan nelayan lobster untuk menyeberang ke batu karang yang besar. Kereta gantung tradisional ini menggantung di ketinggian 50 meter dan membentang sejauh 100 meter. Ekstrimnya, kereta gantung ini hanya untuk satu orang saja setiap penyeberangannya. Berani coba?

   Paralayang Mantantimali di Sulawesi

Pegunungan Mantantimali di kabupaten Sigi Sulawesi Tengah, merupakan lokasi paralayang terbaik se Asia Tenggara. Bahkan lokasi ini diklaim menjadi salah satu tempat paralayang terbaik di dunia.

Terletak sekitar 30 KM dari kota Palu, Mantantimali berada di ketinggian seribu meter di atas permukaan laut. Dari atas kita bisa melihat keindahan kota Palu. Indah namun menegangkan ya.

   Blue Lagoon Cliff Jumping di Bali

Bagi yang suka ke Bali pasti tidak asing dengan lokasi wisata indah di sana. Namun bagaimana dengan wisata alam yang ekstrim? Salah satunya adalah Blue Lagoon Cliff Jumping. Wisatawan ditantang untuk terjun dari tebing dengan ketinggian 13 meter. Di bawahnya akan disambut dengan ombak laut yang ganas.

O iya perlu dicatat, wisata yang terletak di Nusa Ceningan ini masih belum menyediakan pelayanan medis. Jadi pertimbangkan matang-matang ya jika ingin melakukan atraksi jumping. Nah, untuk waktu terbaik datang ke Blue Lagoon adalah di musim panas. Sekitar bulan Juni hingga September atau Oktober.

Siapkan nyali dan tentunya jangan lupa jaga kondisi kesehatan selalu ya. Agar liburan tetap aman dan menyenangkan.