Posted on by @rief

Mengenal SpO2 dan Pulse Oximeter

Di masa pandemi ini kita akrab dengan istilah saturasi oksigen (SpO2) dan alat pulse oximeter. Namun demikian banyak yang belum mengerti arti dan fungsinya. Padahal keduanya sangat penting untuk mengetahui kondisi tubuh, terlebih mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman). Agar kesehatan selalu terpantau yuk kita mengenal keduanya.

Pertama adalah saturasi oksigen atau SpO2, istilah ini merupakan persentase hemoglobin yang terikat oksigen atau mudahnya disebut kadar oksigen di dalam darah. Hemoglobin adalah bagian darah yang bertugas mengikat oksigen dan mengedarkannya ke organ, jaringan dan sel tubuh.

Mengingat tugas penting yang diemban, maka kita perlu memantau saturasi oksigen sebagai parameter untuk mengetahui kandungan oksigen darah di dalam tubuh. Terlebih saat isoman. Angka saturasi oksigen atau SpO2 ideal adalah 95 – 100%. Kurang dari angka tersebut, dianggap rendah atau disebut hipoksemia sehingga membutuhkan tambahan oksigen dari luar secepatnya.

Dan untuk mengetahui kadar oksigen di dalam tubuh bisa diukur menggunakan alat yang dinamakan pulse oximeter. Berukuran mungil, alat ini terbilang praktis untuk mengukur saturasi oksigen. Cukup dengan memasang alat dan menjepitkannya pada jari tangan atau daun telinga. Alat ini akan mengeluarkan gelombang cahaya yang dipantulkan ke aliran darah.

Agar angka yang didapat akurat, ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum menggunakan pulse oximeter. Pertama cuci tangan dahulu, lalu pastikan kuku dalam kondisi bersih dan tidak menggunakan cat kuku. Kemudian hindari cahaya berlebih dan melakukan gerakan berlebih. Posisikan alat pulse oximeter pada jari, setelah terpasang, diam dan tunggu hingga beberapa detik sampai alat berhasil mengukur kadar oksigen dalam darah.

Jika kurang dari 95% bisa dikatakan kondisi tubuh kekurangan oksigen, terlebih jika turun hingga di bawah 92%. Secepatnya segera mendapatkan penanganan dari dokter. Pulse oximeter biasanya juga akan menampilkan hasil pengukuran detak jantung. 


Share This Post

0 Comment(s)
Tidak ada komentar, jadilah yang pertama berkomentar
E-Catalog Google Play
E-Catalog App Store